Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIKOM) - SMP NEGERI SATU ATAP CIBITUNG - Created by : SUPI HARDIANTO, S.Sos * Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIKOM) - SMP NEGERI SATU ATAP CIBITUNG - Created by : SUPI HARDIANTO, S.Sos *
UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 TINGKAT SMP/MTs TANGGAL 5 - 8 MEI 2014

Senin, 03 Maret 2014

FAKTA-FAKTA UNIK INDONESIA YANG TIDAK BANYAK DIKETAHUI ORANG


Wage Rudolf Soepratman atau biasa di singkat dengan W.R. Supratman. Pria yang lahir dengan nama asli Soepratman ini pindah ke kota Makassar mengikuti kakaknya setelah ibundanya meninggal. Dan ia pun menyelesaikan sekolahnya hingga selesai. Namun karena untuk keperluan adminstrasi, nama Soepratman pun berubah menjadi Wage Rudolf Soepratman. Dan disitulah ia mulai belajar musik. Disinilah cikal bakal lagu kebangsaan mulai di ciptakan. W.R. Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya W.M. Van Eldik. Suatu hari membaca sebuah majalah dimana isi majalah tersebut mengajak para ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Rasa memiliki jiwa nasionalis yang tinggi ditambah kemahirannya bermain musik, maka pada tahun 1924 lahirnya lagu Indonesia Raya. Dan lagu itu pertama kali diperdengarkan untuk umum pada penutupan kongres Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 dengan tanpa lirik. Akibat lagu ciptaannya, Indonesia Raya, membuat pria berkaca mata ini selalu di buru oleh Hindia Belanda, hingga ia pun jatuh sakit di Surabaya. Namun sayangnya, belumlah beliau mendengar lagu ciptaannya berkumandang pada pada proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, sang komponis sudah meninggal dunia pada tanggal dan bulan yang sama tetapi pada tahun 1938, tepat 7 tahun sebelum proklamasi kemerdekaan RI. Dan kini, hari lahir Soepratman tanggal 9 Maret diperingati sebagai hari musik nasional.






Seperti yang kita ketahui, Soekarno dan Hatta adalah dua proklamator Indonesia yang berjasa memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Tetapi sayangnya, Jakarta sebagai kota tempat dibacanya naskah proklamasi, tidak pernah mengabadikan nama kedua proklamator tersebut sebagai nama jalan. Sedangkan di beberapa kota di Indonesia, nama jalan Soekarno Hatta ada dan di abadikan. Bahkan nama keduanya tidak pernah di abadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas apapun. Hingga akhirnya pada tahun 1985, nama kedua proklamator tersebut baru di abadikan menjadi nama bandara, yaitu bandara Soekarno-Hatta, setelah 40 tahun Indonesia merdeka. Tetapi yang paling disayangkan adalah pemerintah baru secara resmi menyematkan gelar proklamator kepada keduanya pada tahun 1986 atau 16 tahun setelah Soekarno wafat.

Sebagai negara yang memiliki kepulauan terbesar di dunia, ternyata Indonesia juga merupakan negara yang memiliki suku bangsa terbanyak di dunia. Bayangkan saja, negara tercinta kita ini memiliki lebih dari 740 suku bangsa sekaligus menjadi negara yang memiliki bahasa daerah terbanyak, yakni 583 bahasa dan dialek. Karena itulah banyaknya suku di Republik ini maka dicanangkanlah “Bhineka Tunggal Ika” yang mempunyai arti “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu Jua”. Selain memiliki suku dan bahasa terbanyak di dunia, Indonesia ternyata adalah negara yang paling terkenal dengan keramahannya. Bahkan berdasarkan survei “The Smiling Report” tahun 2009, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling murah senyum di dunia dan bersamaan negara Hongkong, Indonesia juga dinobatkan sebagai negara terbaik dalam mengucapkan salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar